THUMBSTORY WRITING CONTEST #HALLOWSTORY

Tantangan Minggu ke -3
(akan di posting  3 November 2014 nanti)
Tantangan Minggu ke-2


Tantangan Minggu ke-1


Baca info selengkapnya tentang lomba di bawah ini.

Menunggu Tanpa Tujuan

by +Selly Miarani

Plakk! Plok! Plak! Plok!

Aku mulai gelisah. Pipi, tangan dan kakiku pun terasa perih. Di langit, titik-titik cahaya bersembunyi dibalik gelapnya awan. Sepi. Sunyi. Awalnya kukira demikian. Namun aku mulai menyadari tak sendiri dalam keheningan ini. Dia mulai mengganggu sekaligus menemaniku. Dia yang tak nampak dari kejauhan bila kau melihatnya, namun meresahkan diriku. Dia yang entah kata siapa adalah pengusir rasa bosan bila melanda. Kupikir itu konyol. Meskipun tak kuragukan kebenarannya. Sibuk menepuknya membuatku lupa akan waktu yang terus berputar.

Kulihat arloji di tanganku. Tepat pukul 7 malam. Tak terasa dua jam lamanya menunggu dia yang tak kunjung tiba. Hati ini resah. Gelisah pun semakin menambah. Lalu hati ini mulai bertanya-tanya, mungkinkah dia akan datang? Seseorang yang membuatku menunggunya, yang menyapaku dengan bahasa cintanya, yang selalu ada untukku bila kumemerlukannya, yang selalu berusaha tuk mengerti aku meskipun begitu sulitnya. Dia, seseorang yang melekat di hatiku setelah aku kehilangannya.

Remah Waktu


Kita tidak pernah sedekat ini waktu itu.
Berbicara seenaknya.
Merasakan kepedihan
Beberapa hari tidak bertemu, sungguh menyisakan rindu yang sangat
Sungguhpun, walau terkadang aku mengingkari dan selalu menyatakan tidak atas rindu ini.
Kita tidak pernah sedekat ini.
Sejauh ini kita berdiskusi hingga akhirnya kita saling  terdiam
Hingga bibir kita bertemu.
Pernah ada jarak yang kita rangkai diantara pelukan erat yg engkau dekapkan  ..hangat
Masih pernah ada perasaan kosong yang aku rasakan di balik setiap kecupan yang engkau layangkan.. Di matamu
Dan malam itu,
Engkau rebah di dalam peluk ku
Untuk sekedar melepas lelah, mungkin
Untuk sekedar melepas penat sebab bekerja seharian.
Kita pernah sedekat ini, waktu itu
Dan engkau tidak
Aku tidak yakin engkau tahu benar apa yang aku rasakan.
Dinginnya angin malam menusuk,
Seolah tidak aku hiraukan tubuh kering ini.
berlama lama mendengar apa yg kau katakan, walau sebagian besar engkau diam.
Heei kata yang bergerak.
Aku tidak yakin kau benar-benar tahu.
Jkt, 17 september 2014
FRN

Artikel CerPen di Majalah

Tentang Komunitas Cerita Penulis masuk majalah Chic edisi 176 loh sobat penulis. Tentunya ini semua karena dukungan para penulis yang tergabung di dalamnya.

Karena itu mari kita bekerja sama tuk membuat komunitas ini tetap eksis di dunia maya dan di kehidupan nyata. hehehe

Buat sobat penulis yang ada di Jakarta dan mau jadi kontributor (luar jakarta), volunteer, atau pun admin bisa kirim email ke komunitasceritapenulis@gmail.com 

Jangan takut nggak bisa, semua diajarkan kok nantinya dan tentunya juga admin-admin di sini masih pada belajar juga.

#SabtuBerpuisi ke-1

Halo sobat penulis yang suka merangkai kata lewat puisi,
Nggak asik ah kalo gak ikutan #SabtuBerpuisi di FB Cerita Penulis

Belum tahu atau belum sempet ikutan puisi kali ini? Jangan khawatir, akan diadakan tiap Sabtu malam kok. Pantengin aja timeline FB Cerita Penulis 
Jangan sampai ketinggalan lagi ya. ^-^ 

Nah, Sabtu 6 September 2014 lalu, peserta diajak tuk melengkapi puisi dari mimin. Karya mereka keren-keren loh... (bisa dilihat di FB) Tapi sayang sekali, mimin hanya dapat memilih satu orang saja yang karyanya di publish di sini. Apresiasi buat kamu


Nah, ini dia yang beruntung...

Desember 12



          Kulitnya yang kelabu, serta tubuhnya yang hanya ditutupi oleh koteka sangat menegaskan bahwa pria itu berasal dari daerah cendrawasih. Dilihat dari parasnya, pria itu tidak terlalu menawan, namun sepertinya hal itulah yang membuat seorang gadis Jawa berdarah ningrat seperti Lembayung Gendis Jayadiningrat, justru semakin asik menikmati wajah pria tersebut melalui bingkai foto yang saat ini sedang dipegangnya. Saat Gendis menatap pria tersebut melalui bingkai foto, Gendis nampak begitu bahagia, namun terkadang butiran air mata juga mengalir dari bola matanya, dan juga sering diiringi oleh jeritan yang histeris.  Dan kini, perasaan pilu bercampur rindu menyelimuti hati Gendis, bahkan fikiran Gendis pun teringat pada Desember 12, yah itulah tanggal yang mempertemukan Gendis dengan sosok pria tersebut. Perkenalan Gendis dengan sosok pria tersebut, seolah membuka kembali lembaran kenangan manis Gendis dengan pria tersebut.