LAST ONE I LOVE #2



Kalau aku harus memilih satu dari banyak alasan mengapa aku mencintai seseorang, kuharap alasan yang terakhir adalah kamu, Ara.”  
Created by: Igant Erisza M~
            Aku hanya bisa menatap lurus sosok itu. Menatapnya tanpa mengatakan apapun. Sosok itu mendekatiku. Dentum jantungku bergerak cepat, membuatku bergetar tanpa menemukan cara untuk menghindarinya. Perasaanku bercampur aduk, antara takut, gugup, senang, dan sakit. 

Happy Birthday Komunitas Cerita Penulis

Happy Birthday Cerita Penulis.... 
Wah, gak kerasa udah satu tahun ya. Yup, 18 July 2014 tepat satu tahun komunitas ini dibentuk.

Di hari yang berbahagia ini, mimin memutuskan untuk mengijinkan kamu memosting sendiri karya kamu di BLOG ini. Kenapa? Ya, karena blog ini punya kalian juga secara postingannya kebanyakan karya-karya kalian juga. heheheh
Karena itu, tepat hari ini, mimin resmi membuka BLOG ini. Eh, maksudnya gimana nih?

Gini-gini.... Kamu bisa posting langsung di sini sebagai penulis. Enak kan? 
Sekaligus ngebantu mimin juga yg suka lama mostingin karya kamu. Harap maklum ya, miminnya cuman dikit, tapi kerjaan banyak, belum lagi ada yg kuliah, ada yg kerja. LOH, kok jadi curhat. heheheh

Balik lagi ke postingan kamu, gimana caranya? Gampang banget. Tinggal ikutin instruksi dari mimin di bawah ini. Simak ya :)

Pertama-tama, mimin akan mengundang kamu untuk jadi kontributor di BLOG Cerita Penulis. Cek email kamu ya :) Nanti akan muncul seperti gambar di bawah ini. Kamu tinggal klik Terima Undangan



Nah setelah itu, akan muncul di layar kamu, seperti gambar di bawah ini. Tinggal klik MASUK aja ya :)




Nantinya, nama kamu akan muncul di sini sebagai penulis. Contoh Selly Miarani(nama kamu)


Dan kamu langsung bisa posting karya kamu di BLOG CERITA PENULIS
Ingat untuk mematuhi syarat dan ketentuannya ya. Baca dulu ya SYARAT dan KETENTUAN

Syarat Tambahan yang perlu diperhatikan

  1. Kamu tidak boleh menyimpan postingan kamu, alias menaruhnya di draf. Bila ingin posting, langsung saja posting. Tapi ingat, jika kamu sudah posting dan ingin memosting lagi, tunggu sampai ada 5 postingan dari penulis lainnya, baru kamu bisa posting kembali.
  2. Setelah posting, harap mention di twitter @cerita_penulis berikut hastaq karya kamu setelah kamu memostingkan karya kamu. 
contohnya seperti ini ya
Ingat menyertakan hastaq judul cerpen kamu, link postingan cerpen kamu dan juga cc ke @cerita_penulis Ini berguna tuk mimin promote karya kamu di hari-hari berikutnya. 
NOTE : Jika kamu tidak menerima email di inbox, cek spam kamu ya, mungkin nyasar di sana. Jika belum juga, tinggalkan komentar di sini dan sertakan nama email kamu. Nanti mimin akan kirimkan.

Nah, buat kamu yg belum memosting karyanya di sini, jangan kuatir. Kamu juga bisa ikut berpartisipasi. Sertakan email kamu di sini ya.

Dan jangan lupa baca SYARAT dan KETENTUANNYA

Mimin harap kita dapat bekerja sama dengan baik. Salam penulis :)

Note: 23 agustus nanti mimin mengajak kamu yg ada di jakarta tuk temu dan sharing sesama penulis. waktu dan tempat disampaikan kemudian. So catet di agenda km tanggalnya ya



Surat Cinta di bulan Ramadan



Surat cinta di bulan Ramadhan


“Nisaaaa’! Kapan kau akan bersanding, hem?”
“Parasmu cantik. Sayang kalau ditutup-tutupi lho..”
“Jangan terlalu berharap sama siapa itu? Yang sering kamu ceritain. Cinta itu dicari, bukan ditunggu!”
“Bagaimana kalau dengan si Boy aja? Udah tajir, gayanya cool... abis! Bahkan, nyokapnya, pemilik hotel berbintang lima di Singapura, lho!”
***
See! Di pesta ini banyak laki-laki tampan yang sedang memperhatikanmu. Apa kau tidak tertarik untuk melihatnya?” ujar Mitha mengagetkanku. 

Layangan Putus

Alunan rindu keras mendenting
Menjerit, berteriak, kemudian gagal mendobrak pintu hatimu
Keragu-raguan mengiringi
Hai Tuan, kau anggap siapa aku ini ?

                                Bagai layangan putus
                                Cintaku tak kau kendali
                                Kau biarkan terombang ambing angin sepi
                                Lalu gelisah, tersangkut di ranting penantian

Rasamu serupa misteri
Aku lelah menebak tapi tak pernah yakin kan pergi
Cintamu umpama teka – teki
Lalu, kapan kau pastikan lagi hati ini ?


                                                                                                   Find me on Twitter @Tiara_Disa

Catatan #Tantangan7Hari by Daisy

Jumat, 27 Juni 2014 Jam 09:00 a.m
-          Membaca novel “De Winst” karya Afifah di dalam kamar sambil mendengarkan musik instrumental.
Jam 12:58 p.m
-          Menulis sebuah cerpen untuk mengikuti kelas imajinasi gambar di sebuah grup kepenulisan di FB.
Ini dia cerpennya:

Waktu itu—kala batang padi belum terlalu tinggi, baru seperdua betis—kita selalu berkumpul di pinggiran pematang. Riang menghabiskan waktu bersama sambil menkmati embusan angin yang lembut dan membuai. Bersahutan, kita menyanyikan sebait lagu diiringi petikan gitar—seadanya. Nada-nada fals yang bersumber dari suara kita sendiri, pun tak mengurangi indahnya melodi kebersamaan yang mengalun damai di antara kita.
            “Menarilah dan teruslah tertawa… walau dunia tak seindah surga… bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita di duniaaa….”
            Ah… betapa indahnya waktu itu. Namun sepertinya sang kala cemburu melihat kebersamaan kita. Dia pun menyusun rencana untuk menghancurkan melodi kebersamaan kita.  Kemudian dia pun berlari semakin kencang dan menebar perubahan signifikan pada kita. Sawah itu… sedikit demi sedikit tergerus pembangungan. Tak terlihat lagi permadani hijau nan asri yang melambai dibelai angin terbentang di depan mata sebab telah terganti gedung-gedung yang menjulang seolah hendak mencakar langit. Kebersamaan itu… perlahan terkikis oleh kesibukan masing-masing. Dunia turut membutakan. Dia bekerja sama dengan sang kala, memperdaya kita. Hingga menumbuhkan keegoisan dalam hati, menjadikan kita lupa sekitar dan hanya memikirkan diri sendiri.
            Bagaimana sekarang? Lihatlah, tidak ada lagi tawa renyah yang tergelak. Tiada lagi petikan asal gitar yang mengiringi suara fals kita menyanyikan sebait lagu riang. Tak ada lagi canda gurau terselip dalam melodi kebersamaan kita. Dan lihat, sang kala dan juga koleganya, dunia, kini terbahak-bahak melihat kita. Mereka menang atas kita. Sementara gitar yang dahulu sering menemiani kebersamaan kita, kini teronggok muram di sudut kesepian; memerhatikan dalam diamnya.
            “Menarilah dan terus tertawa… walau dunia tak seindah surga… bersyukurlah pada yang kuasa… cinta kita—“[PC1] 
            Bahkan meneruskan nyanyian itu seorang diri pun rasanya tak sanggup lagi. Bukan karena suara fals ini. Melainkan sedan yang mencegat suara di kerongkongan, menahannya keluar dan akhirnya didahului bulir-bulir air mata yang semakin lama semakin deras membasahi kedua belah pipi. Ah… kita.
[Parepare, 27 Juni 2014_KITA_Daisy Wu]

Catatan #Tantangan7Hari by Wening Tunjung

Hari/Tgl/Jam : Jumat/27 Juni 2014/11:00, 22:00-22:05
Hari ini, kegiatan membacaku dimulai dari membaca cerpen di blog cerita penulis. Aku tertarik dengan salah satu cerpen yang berjudul “Dear Dad”. Karena sang admin tercinta menginginkan komentar yang membangun setiap kali aku membaca di blog, ya sebagai bawahan #ceileh harus patuh dong ya… tetapi aku scroll down dan scroll up tuh blog, aku tak menemukan yang namanya kotak komen. Bingung dong, apa yang harus kulakukan, gimana kalau dapat hukuman. Ya udah, aku kirim lewat email aja komentarku sebagai jalan terakhir. Akhirnya sang admin tercinta (lagi) memberitahu kalau suruh komentar di fanpage. Tambah bingung dong, eh dijelasin ini itu dan sebagainya akhirnya otak ‘konek’ juga.
Aku memilih cerpen yang berjudul “Kala Hujan” di sana. Kesan pertama itu aduh ini mana paragrafnya.. tapi over all itu menarik, cerita itu gak harus berujung happy ending J
Selain itu, aku baca fanfiction milik shalof (shalof.wordpress.com). Aku pernah diberitau temen tentang fanfictionnya yang kece badai tetapi, aku belum sempet liat-liat sih. Terus temen rekomendasiin buat baca fanfiction “Scattered Note”. Ya udah, aku mulai aja. Aku baca part 1 dan part 2. Wuiih, feelnya dapet banget. Meskipun, awalnya aku bingung, aku tetep suka sama ceritanya.
Nulis apa aku hari ini?
Jujur aja, moodku hari ini buruk -_- yang ada ngetik hapus ngetik lagi hapus lagi. Sampai 15 menit yang ada word-ku masih kosong melompong -_- Udah gitu, akhirnya nentuin ide dulu deh. Tapi rahasia dong idenya biar admin mau baca cerpenku :v #peace admin yang kece ._.v
Hari/Tgl/Jam : Sabtu/28 Juni 2014/15:23-20:45
Aku membaca mulai pukul 15:00. Kenapa gak pagi? Maklum, ada acara yang gak bisa ditinggalin -_-. Jadi baru sempet buka my honey lappy itu sorean. Kangen abis ama benda satu ini, hidup tanpa dia hampaaaaa #lebay.
Well, gara-gara trauma gak bisa komentar lagi, aku move on ke fanpage cerita penulis. Aku tertarik dengan judul “Let You Go”. Tik tok tik tok, akhirnyaaa selesai baca itu cerpen. Aku suka idenya tapi feelnya kurang greget.
Terus, aku lanjut baca fanfiction milik shalof. Aku suka gaya bahasanya. Cocok gitu sama seleraku -_-‘’
Ya udah, aku baca tentang “scattered note” part 3 dan first interlude. Makin gregetan sama tokohnya. Apalagi sang pria alias Siwon mulai suka sama Hyera.
Aku nulis apa ya hari ini? Aku baru sampai paragraf 1. Ngerasa lambat kayak siput deh -_-
Tokohnya mau korea tapi kok udah mainstream yaa.. entar dulu deh dipertimbangin lagi. Kalau penasaran siapa tokohnya, baca ya cerpennya, oke? Oke? J

Catatan #Tantangan7Hari by Firda Yuliana Pertiwi

Hari/Tgl/Jam : Jumat,27 Juni 2014
Kegiatan :
·         membaca fanpage di http://cerpengua.wordpress.com/ 11:57
·      membaca dan mengomentari dua buah cerpen di tautan fp cerita penulis yang berjudul Difference dan Cinta dan Perbedaan Kita. 18:27 (yang ini salah ngomen min harusnya di catatan malah di tautannya)
·    menentukan ide dan konflik untuk sebuah cerpen ceritaku sendiri. Dicerita ini aku menaruh ide dengan membuat cewek tersebut penasaran kepada orang yang selama ini sangat mencintainya dan bahkan hampir setiap hari enggak bisa lepas dari dirinya. 20:21
Hari/Tgl/Jam : Sabtu,28 Juni 2014
Kegiatan :
  • membaca dan mengomentarinya di fanpage cerita penulis yang berjudul #Afeksi. 09:30
  • membaca majalah selaras tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sebanyak 2 lembar 14:05
  • membuat selembar cerpen  karya sendiri 16:12

Hari Terindah Bersamamu

Add caption
                Matahari terbangun dan tersenyum menyambutku, tetesan embun pagi yang begitu menyegarkan, dan angin  Malang yang dingin dan sejuk menusuk kulit dalamku. Kota Malang memang selalu indah.  Pagi ini aku berlari-lari kecil untuk menikmati udara dan pemandangan di sekitar hotel. Dan aku baru ingat kalau hari ini tanggal 20 Mei 2014. Kami sekeluarga ada janji dengan saudaraku dari Banyuwangi.  Aku langsung lari menuju kamar hotel dan aku langsung menarik handuk dan pergi untuk mandi. Aku tidak sabar untuk bertemu nanti. Selesai mandi,  aku dan keluargaku membereskan barang-barang karena hari ini juga kita akan cek out di hotel ini. Pukul 10.00. Kami menuju tempat pertemuan kami yaitu di Jatim Park 2. Kami sudah sampai di parkiran dan tinggal menunggu saudaraku. Tiba-tiba bunyi klakson mobil berbunyi “tin tin!!!” aku menoleh kebelakang,  ternyata itu mobil saudaraku. Aku turun dari mobil duluan. Aku tidak sabar melihatmu karena kita sudah lama tidak  bertemu. Semuanya sudah turun dan aku kebingungan mencarimu. Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang. Aku kaget, aku langsung menoleh kebelakang. Ternyata kamu. Ya Tuhan.. . Aku kaget, tidak menyangka. Kamu sekarang berubah. Makin tinggi, putih, dewasa, tapi tetap saja pendiam.  Kita bercerita tidak ada habisnya sampai di loket.

Puasa dan Cinta

Karya: Seruni Senja
Begitu esok, senja memberimu teduh
semoga kau ingat...
puasa tahun lalu aku adalah ruangmu menitipkan pesan

Bila selalu ada malam yang perlahan melebur sebuah rindu untuk kau, mata se'elok purnama

Hari ini ....

Aku telah titipkan salam kepada waktu juga ruang dipelukmu
saat diam diam senyummu datang,
lalu saga meredupkan segala nyala dari wajahnya

Segalanya terlupa ....

Saat indah kian lelah membawaku disisimu
Manakala tubuhkupun kian menjadi prosa yang tersisih dari sejarah

Bila disepenggal pagi berjuta butir mutiara selalu jatuh 
menyusun cerahnya mega

Mengekalkan tiara
Mengekalkan damai selayaknya dingin bunyi harmoni memecah sunyi

Saat itu aku telah hilang dipandangmu
dan hari ini ...

Semoga kau ingat 
Kedua mata yang mulai terpejam
Merekam tabahnya cerita 
Merekam tabahnya rindu juga tentang kesederhanaan-mu, 
menyayangiku

Semoga kau ingat

Ramadan yang pernah bercerita tentang aku kamu dan sebuah cinta

Pemenang #PuisiGalau Malam Minggu Edisi Ke-6 On Facebook Komunitas Cerita Penulis

Sahabat, Cintaku

Karya : Disa Tiara

Pada garis garis hujan 
Aku dan kamu melupakan waktu 
Menari beriringan, meresapi dingin Menciptakan hangat berdua 

Dalam gulitanya malam 
Aku dan kamu lelah berburu cahaya Terduduk bersila, berbicara saling menerangkan 

Ketika siang menyilaukan 
Aku dan kamu masih diselimuti kebersamaan 
Mengabaikan matahari memancarkan kecemburuan 

Tapi, dalam hampa aku tersentak tanpa kamu menemani 
Menyusup rindu tanpa ayu wajahmu Merauk sepi, tiada permisi 
Sedang aku terlanjur lupa diri 
Kau sahabat bukan pemilik hati 

Ya sahabat, 
Tiada laginya hangatmu di sisi 
Tak ada lagi garis garis hujan yang bertarian, gulita yang tak kelam, Hanya matahari berganti menertawakan 

Sahabat... 
Dalam derai hujan tanpamu pun aku merindu 
Pada tanah lembab tersisakan jejak kita yang beku 
Lihat, di hatikupun membatu 

Sahabat... 
Kini gulita pun tanpamu 
Sepasang kakiku merebah tak lagi bersila 
Seakan pasrah menanti sepasang milikmu bersanding di sebelahnya Kamu pergi, wajah ayumu beralih Mengetahui hati ini menginginkan ikatan lebih 

Ya sahabat cintaku... 
Dengan tinta yang terus menari 
Selalu saja bait - bait puisiku ingin kamu kembali 
Maafkan aku...


Pemenang #PuisiGalau Malam Minggu Edisi Ke-5 On Facebook Komunitas Cerita Penulis